BIKIN FILM secara sederhana

Film adalah media komunikasi yang bersifat audio visual untuk menyampaikan suatu pesan kepada sekelompok orang yang berkumpul di suatu tempat tertentu. Pesan film pada komunikasi massa dapat berbentuk apa saja tergantung dari misi film tersebut. Akan tetapi, umumnya sebuah film dapat mencakup berbagai pesan, baik itu pesan pendidikan, hiburan dan informasi.

Secara singkat bahwa film bersandar pada imajinasi seorang penulis cerita yang tertuang pada secarik kertas bernama sinopsis dan scenario. Ngga ada yang bisa menentukan, mana ide yang baik atau yang usang. Kebutuhan dan tujuan yang menentukan.

Supaya buat film ngga buang-buang waktu dan energi, buatlah rencana detail mulai dari persiapan, shooting, sampai ke masalah editing. Jika memang synopsis sudah ada, mulailah mendesain storyboard.

Berikut adalah uraian langkah yang ditulis sederhana. Semoga bisa menjadi pedoman kecil.

Storyboard.

Story board adalah ‘rancangan’ berupa sket /gambar plus petunjuk/catatan pengambilan gambar sebelum kita bikin film. Story board ini ‘wajib‘ direncanakan dahulu bagi yang professional dalam membikin film, baik film pendek maupun panjang. Dengan pakai story board kita akan lebih mudah untuk men ‘shoot‘ adegan apa yang akan dilakukan, tinggal lihat aja di story board yang kita rancang sebelumnya, percaya deh tentu ‘beda’ hasilnya, jika kita bikin film tanpa story board dengan pake story board terlebih dahulu, kecuali orang itu punya ‘talenta‘ tinggi. Bahkan sutradara manca negara profesionalpun pake story board jika bikin film layar lebar.

Seperti disebut di atas, sebenarnya memang harus menggunakan sketsa. Tapi itu pasti sulit buat pemula. Mungkin dengan membuat ilustrasi lewat pendeskripsian shooting bisa kita coba.

Contoh .

Scene                    : 01. KELUAR RUMAH

Lokasi / Waktu    : Kamar, Tangga, Teras / Pagi.

Adegan : Sena keluar rumah setelah membaca line di hp.

Scene

Squence/

Clips

Deskripsi Shooting

Durasi

Naskah

01

1

Angle kamera mengarah rumah. Lebih bagus shoot agak sedikit condong ke bawah dari ketinggian (tilt down). Gerak halus, zooming ke pintu teras. 00:00:06 Suasana rumah Sena di pagi hari.

2

Zoom langkah kaki Sena keluar dari pintu kamar. 00:00:04 Sena keluar kamarnya.

3

Shoot HP Sena 00:00:05 Sena membaca HP nya.

4

Kamera shoot Sena berjalan menuju tangga. 00:00;06 Sena berjalan hingga ujung lorong.

5

Kamera shoot langkah Sena menuruni tangga. 00:00:03 Sena menuruni tangga.

6

Shoot Sena ambil makanan di meja makan dan minum segelas susu dengan cepat. 00:00:12 Dialog out frame , ibu Sena bertanya mau kemana.
7 Dan seterusnya hingga scene 01 selesai……

Dan lanjutkan pembuatan scene berikutnya hingga Film Anda selesai.

Memang sich ngga lengkap detailnya. Tapi lumayan deh daripada buang sampah file di kamera Anda.

Catatan : Scene adalah rangkaian kejadian di satu tempat dan waktu.

Beberapa Tips Shooting.

  1. Tetapkan terlebih dahulu tempat dan waktu pengambilan gambar (shooting). Jangan terlalu berimprovisasi.
  2. Cek kesiapan kamera (lensa bersih), ruang penyimpanan, tripod/monopod dan battery.
  3. Perhatikan cahaya yang masuk ke dalam frame, apakah cukup untuk menolong kepadatan gambar obyek. Jika memang akan mengambil gambar dalam ruangan, pastikan cahaya tidak kurang atau paling tidak ngga jadi siluet. Cara yang bisa dicoba untuk membantu pencahayaan ruang dengan menggunakan Lampu Emergency , lumayan lah.
  4. Sebelum klik shooting, ngga apa buat simulasi dulu. Misalnya tentang sudut fokus (angle) , seperti Panning Left – Right, Zoom In – Out, Tilt Up – Tilt Down (arah ke atas – bawah), atau mengambil gambar sambil bergerak. Yang terakhir ini memang sulit, gambar bisa bergoncang alias gempa bumi. Oleh sebab itu hindari dengan cara memotong-motong klips.
  5. Untuk shoot dua pemeran atau lebih yang bercakap-cakap, kalau memang hanya ada 1 kamera, obyek harus masuk dalam frame. Atau dengan cara shoot bergantian terhadap obyek yang bicara. Syukur kalau memang ada 2 kamera, satu kamera bisa menshoot pemeran satu persatu. Untuk bagian ini memang diperlukan sedikit coretan naskah.
  6. Jika memang ada dialog atau suara pemeran, jangan terlalu jauh dengan obyek. Karena daya tangkap microphone kamera terbatas. Cara yang bisa dicoba, gunakan alat perekam dari HP Anda untuk mendapat kejelasan (kalau ngga punya mic khusus).
  7. Hindari kebisingan di sekitar lokasi shooting (noise).  Bisa-bisa suara dialog tertutup noise atau ngga ketangkep sama sekali.
  8. Untuk kreativitas, Anda bisa saja membuat film diberi efek tertentu , seperti blur atau mempercepat/memperlambat durasi klip.
  9. Jika karya Film Anda adalah Film bergenre Dokumenter, jangan lupa ambil sedikit identitas tempat dimana lokasi yang didokumentasikan. Misal, nama jalan, atau apapun yang menggambarkan tempat.

Yang lainnya tentu Anda punya kreativitas untuk menunjang karya Anda berseni.

Coba pelajari karya Film siswa SMAN 2 Bandung (Bandung Destinasy – 2016)

Editing.

Inilah proses yang cukup rumit. Hasil dari shooting begitu banyak data video yang berupa klip-klip. Dan mungkin diantaranya juga sampah yang ngga penting. Dalam proses editing ini Anda harus menyatukan seluruh hasil shoot agar kontinuitas informasi dapat diterima.

Beberapa hal yang yang patut dicatat dalam proses ini diantaranya adalah :

  1. Sortir data video dan audio, tersimpan dalam satu folder di HardDisc. Buat folder khusus.
  2. Cutting video yang memang benar-benar sangat dibutuhkan.
  3. Merekatkan antar clip menjadi jalinan gambar yang utuh.
  4. Colour Grading , mengkoreksi warna yang lebih baik.
  5. Audio Balance , mengatur kebutuhan audio yang lebih baik dan jelas.
  6. Scoring Music, musik latar yang ikut menghidupkan cerita. Sebisanya mencari audio free license atau buat sendiri dengan merekamnya. Jika mengambil musik dari sumber yang ada, jangan lupa cantumkan di closing text penciptanya atu sumbernya.
  7.  Jika Anda membuat narasi, ada dua cara, yaitu : dituliskan dalam teks atau merekam suara narator. Hasil rekam ditempelkan di scene editor.
  8. Text :
    1. Opening Text, di awal cantumkan judul Film Anda.
    2. Text Line bisa digunakan untuk membantu menjelaskan.
    3. Closing Text, seperti pada umumnya film ditutup dengan deretan kata-kata yang diam atau bergerak (menggulung). Biasanya berisi tentang judul, siapa pembuat film (nama dan job), tokoh-tokoh yang memerankan, nama nara sumber, ucapan terimakasih, sumber musik, logo, tahun, dll.

Ngga ada penonton yang bertanya koq, pakai software apa pada saat mengedit film. Hanya rekomendasi saja untuk editing, Anda bisa menggunakan software yang banyak digunakan untuk editing Video, seperti : Adobe Premiere (untuk profesional), Vegas, Adobe After Effect (untuk effect khusus), iMovie (iPhone/iPad), Magisto (Android).

Jika sudah selesai di proses editing, mulailah Mastering Video melalui proses Rendering Video. Master video H.264 , MP4 , dengan pixels pilihan diantaranya : 480p (640x480pix),  720p (1280x720pix) , frame rate 23,976fps atau 25fps. Itu sepertinya sudah cukup untuk disajikan halaman YouTube atau Medsos lainnya. Jika Anda memilih format yang lebih tinggi, seperti 1080p(1920x1080pix), itu memerlukan ruang HD yg besar.

Dan selesai sudah karya film Anda buat siap dipublikasikan.

Selamat berkreasi di jaman digital. (*paw)

 

Untuk Referensi detail pembuatan Film, kunjungi dan Download Free Tutorial di halaman psp.rumahseni2.net

 

Media Social, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *