Arransemen Ciptakan Keindahan Musik lebih Asyik

Kehadiran musik jaman ke jaman, waktu ke waktu tak pernah luntur karena waktu. Musik tak pernah ada yang tahu mengapa harus ada. Musik seolah sudah menjadi kebutuhan pokok yang sehari-hari dalam keadaan apapun selalu setia menemani. Tentu semua tahu musik tak lahir begitu saja. Banyak cara musik dilahirkan. Seperti yang kita tahu bahwa dalam dunia musik ada 4 kategori manusia yang dihubungkan dengan musik.

Pertama adalah musisi yang kesehariannya adalah orang di balik instrument musik yang berbunyi. Mereka umumnya sangat disiplin memegang teguh pendiriannya pada spesialisasi satu instrument musik, seperti penyanyi, gitarist, pianis, dll. Secara profesional mereka sangat bersungguh-sungguh menguasai disiplin instrument. Umumnya dengan bakat dan usaha yang luar biasa mereka dihargai sebagai musisi profesional.

Kedua, adalah arranger . Kemampuannya melahirkan musik hadir dalam bentuk rekaman atau dimainkan secara live perform. Arranger dengan talentanya sanggup menciptakan musik lebih indah dibandingkan nilai melodic atau lagu semata. Musik tertata demikian apik untuk dinikmati, baik lagu atau semua permainan instrument musiknya. Arranger dapat menghadirkan musik yang sederhana menjadi istimewa. Dan tentu saja dengan para musisi yang hebat. Sebut saja diantaranya (Indonesia) ; Addie MS dengan Twilight Orchestra nya, Erwin Gutawa yang lebih dikenal lebih luwes dengan musik pop nya, dll. Arranger biasanya adalah orang di belakang layar, dan banyak juga yang tidak mencuat ke permukaan.

Ketiga adalah Music Director, yakni orang yang sangat menentukan kemana arah musik ingin dihadirkan. Music director akan bertindak sangat teliti dan sangat serius tentang bagaimana musik dapat dinikmati para pendengar musik, baik rekaman atau live perform.

Ke empat adalah Komposer, yakni orang yang menciptakan musik dasar atau musik secara keseluruhannya. Ada dua yang bisa dipisahkan disini. Yang pertama adalah Pencipta Lagu , disebut juga komposer kecil, karena ruang lingkupnya hanya sebatas membuat lagu, berlirik dan sedikit harmoni dasar (chord). Orang-orang menyebutnya Penulis Lagu. Sedangkan yang kedua adalah Komposer , yang membuat musik sangat detail dengan keseluruhan bentuk instrumentasi dan arransemennya serta seluruh emosi yang diinginkan dalam musik. Umumnya hasil komposisi musik berjenis instrumentalia. Misal , komposisi piano, komposisi gitar, symphonie, dll.

ARRANSEMEN

Twilight Orchestra – Conductor : Addie MS

Arransemen adalah sebuah usaha menata ulang sebuah musik yang bersumber dari sebuah lagu atau musik dasar agar harmoni baru lebih bernilai dan istimewa. Tentu saja untuk memulai mengarransemen harus memiliki pengetahuan dasar tentang musik, khususnya tentang akor dan pengembangannya.

Beberapa format sajian musik yang selalu mendapatkan sentuhan arransemen, diantaranya :

  1. Paduan Suara, Choir, kurang lebih dengan jumlah penyanyi sebanyak 20 – 60 orang, tersaji secara accapella atau dengan iringan musik. Beberapa format yang biasa tersaji seperti Children Choir , SATB (Campuran ; Sopran-Alto-Tenor-Bass), S-MS-A (sejenis perempuan ; Sopran-Mezzo Sopran – Alto), T Bar B (sejenis pria ; Tenor-Bariton-Bass).
  2. Vocal Group , grup vokal, dengan jumlah penyanyi 4-8 orang. Vocal group lebih dinamis, tetapi lebih mengandalkan kemampuan solo voices.
  3. Ansamble , bermain alat musik sejenis, seperti ansamble guitar, strings ansamble (violins), woodwind ansamble (alat tiup), strings quartet, dll
  4. Combo Band, atau Band , format era moderen dengan mengandalkan instrument electric maupun akustik.
  5. Big Band, format sajian band besar diantaranya dengan melibatkan Brass section.
  6. Orchestra, format sajian dengan real akustik instrumen. Orkestra hampir mewakili semua frekuensi musik dengan berbagai disiplin instrument, seperti : Strings Section (Violins, Viola, Cellos, Contra Bass), Woodwind Section (flute, clarinet, oboe, picollo,dll), Brass Section (trumpet, trombone, Flugel Horn,dll), Percussions (timpani, cymbals, bongo, dll). Jelas untuk menggarap format musik seperti ini membutuhkan disiplin ilmu yang mumpuni.
  7. Angklung, instrumen khas Indonesia.
  8. Format lainnya yang berkembang di era kekinian ketika musik bersentuhan dengan digital music.

Arransemen selalu memberi warna baru, suasana baru ketika lagu atau musik sudah diberi sentuhan arransemen dengan sajian yang berbeda. Hasil Arransemen memberikan nilai artistik yang tinggi dari sebuah musik.

Lalu apa tujuan para arranger membuat Arransemen.

  1. Membangun musik iringan dengan memperkaya chord dengan melengkapi kadens.
  2. Memilih instrument sesuai kondisi yang ada (lihat format sajian). Seperti contoh : strings violins umumnya melembutkan dan memiliki frekuensi yang tinggi, brass umumnya memberi rasa tegas dan beraksen kuat.
  3. Menentukan pola permainan musik, seperti : Intro (musik awal, musik pengantar), Interlude (musik tengah), Repeat (pengulangan), Coda (musik akhir/penutup).
  4. Membagi suara sesuai dengan instrument pilihan. Pastikan not tersusun sesuai dengan batas suara instrument.
  5. Menentukan ekspresi musikal, seperti : tempo dan dinamika.

BENTUK ARRANSEMEN

Ada beberapa pola yang dianut para arranger bagaimana menjalin semua nada yang berbunyi saling mengikat secara harmonis. Seperti halnya pada proses pembagian suara arransemen , ada beberapa bentuk yang lazim diterapkan, adalah sebagai berikut :

Arransemen Sejajar, yakni seluruh instrument terbagi suara bergerak bersama, beriringan. Pada contoh di bawah ini adalah arransemen vocal, suara sopran-alto-tenor bergerak naik dan turun beriringan.

Arransemen Canon, mengesankan suara saling bersusul-susulan. Suara Tenor memegang melodi utama, Sopran dan Alto membalas dengan bentuk yang lain.

Arransemen Diskan, menggunakan cara menyisipkan nada-nada panjang berupa senandung atau penggalan kalimat. Pada contoh di bawah, sopran-alto membentuk diskan, tenor memegang melodi utama.

Arransemen Polyphonie, adalah arransemen dimana semua jalur suara seolah-olah bergerak sendiri-sendiri. Lihat contoh di bawah ini, semua jalur suara memiliki gerak yang berbeda.

4 contoh bentuk di atas tentunya hanyalah sebuah contoh. Selanjutnya nilai keindahannya ada di tangan Anda sendiri. Perlu menjadi catatan tersendiri, sehebat apapun arransemen Anda, tetap harus dapat dimainkan. Lebih baik buatlah arransemen yang sederhana agar mudah dimainkan.

Untunglah sekarang para arranger sedikit terbantu dengan munculnya berbagai software yang beredar di pasaran. Salah satunya adalah MuseScore, software free. Silakan download tutorial PEDOMAN MUSESCORE.

Jika ingin dapatkan contoh lengkap arransemen lagu “O Ina Ni Keke” seperti contoh di atas, silakan download disini .O_INA_NI_KEKE_contoh (pdf)

MEMBUAT IRINGAN MUSIK.

Iringan lagu umumnya dimainkan dengan instrument harmonic, seperti piano atau gitar, bersandar pada pengetahuan tentang Akor dan bagaimana akor-akor melengkapi keseluruhan harmoni dalam sebuah arransemen. Contoh di bawah ini iringan Gitar dengan pola arpegio chord (mengurai akor).

Hanya sebagai pilihan, instrumen Gitar ditulis dalam Notasi Balok atau Tablature. Ke duanya sama saja dan bahkan bentuk Copy Paste. Tablature diterapkan untuk pemain gitar yang memang sangat kesulitan membaca notasi balok. Dengan Tablature akan sedikit membantu penempatan jari tangan kiri pada fret gitar (angka-angka menunjukkan posisi fret pada dawai).

Atau membuat rhytm seperti di bawah ini.

 

MEMBUAT INTRO DAN INTERLUDE.

Seperti sudah disebut diatas, Intro adalah musik awal yang menghantarkan penyanyi menyanyikan lirik lagu. Intro umumnya berupa instrumentalia oleh beberapa instrumen. Intro memberikan aba-aba kapan dimulainya lagu dinyanyikan. Ada 2 cara membuat Introduction :

  1. Mengambil notasi melodi bagian akhir lagu. Seperti biasa dalam aubade menyanyikan lagu “Indonesia Raya“, seorang conductor biasanya menyanyikan baris terakhir “Hiduplah Indonesia Raya….“.
  2. Membuat pola musik yang masih dalam satu tema dengan lagu asli. Bisa saja hanya membuat iringan chord sepanjang 4 bar (ruas birama/measure).

Contoh :

 

Sedangkan Interlude adalah musik tengah, dan pada umumnya dimainkan secara instrumentalia memainkan melodi satu bait lagu. Setelah itu masuk kembali ke bait nyanyian berikutnya. Interlude sering juga disebut Chorus dalam musik pop.

MENYUSUN PENYAJIAN BAGIAN-BAGIAN MUSIK.

Untuk penyajian tentunya Anda harus menyusun tata urut bagian-bagian yang akan dimainkan.

Penyajian disini tentu saja tergantung lagu yang akan diarransemen. Tidak semua lagu memiliki bagian refrain atau bait 2#.

Arransemen pun selesai sudah. Dan berlatihlah bersama teman-teman bermain musik.

 

Semoga bermanfaat. Ikuti terus tulisan tentang arransemen di halaman ini yang akan datang.


Baca juga :

Arransemen Musik sederhana melalui piranti digital music

Akor

Kenali Simbol_Simbol Musik Dalam Menulis Musik

 

 

Media Social, Share!

Leave a Reply

  

  

  

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.