Gambaran Emosi pada Melodi Musik

Sepertinya tidak perlu kita perdebatkan apa itu musik. Nyatanya semua orang menyukai musik tanpa syarat apapun. Lalu mengapa musik begitu ringan diterima oleh pendengar/penikmat musik. Padahal begitu sulitnya membangun musik itu hingga mampu diterima. Kalau Anda pernah mengalami, begitu sulitnya mempelajari salah satu instrumen musik dari awal memulai hingga kita rasakan sudah sehati dengan kita.

Ada 3 elemen terpenting ketika kita merasakan musik :

  1. Harmony. Musik tidak bisa dilepaskan satu persatu untuk merasakannya. Semua yang berbunyi saat itu, mulai dari lirik, melodi, chords, instrumen banyak atau sedikit, dll, semua menjadi satu kesatuan yang utuh, seimbang dan selaras, masuk ke dalam pikiran kita (perasaan).
  2. Beat. Frekuensi denyut jantung normal di usia remaja – dewasa umumnya berkisar 60-100/menit. Beat musik akan menggerakkan denyut jantung itu. Makin cepat tempo musik serta hentakannya, semakin memberikan semangat. Musik Mars ada di tempo metrome 90-100 MM (Metronome Maelzel). Musik yang menenangkan (relaks), ada dikitaran 60-80. Istilah Tempo dalam konsep musik Barat. Beat pada tempo tertentu membuat tekanan kuat (arsis) dan ringan (thesis). Itu sangat terasa jika musik yang hadir dilengkapi instrumen Ritmikal, seperti Drums, Gendang, perkusi, dll.
  3. Soul . Ruh sebuah musik adalah nilai tertinggi bagaimana musik memberi pengaruh pada emosi kita. Semua musik pasti memiliki tema, memiliki jiwa untuk dialirkan yang secara musikal tergantung kepada musisi untuk membahasakannya. Jelas emosi setiap musisi memiliki perbedaan dalam menterjemahkan musik.

Melodi

Secara harmoni, melodi memberikan andil untuk menggerakan emosi. Dan itu tidak bisa disadari oleh para penikmat musik. Melodi kadang bergerak naik turun dan bergerak menurun dan naik kembali. Disana akan terbentuk puncak emosi dan lembah emosi. Mengapa dalam penciptaan lagu-lagu pop bagian refrain dianggap penting. Bagian ini adalah puncak emosi yang diinginkan, dan pasti rata-rata gerak melodi lebih tinggi. Para penyanyi sering tiba-tiba mengambil nada meninggi untuk menarik perasaan. Juga begitu para musisi seperti lead guitar atau Shyntesizer di sebuah group band dengan nada-nada melengking tajam, mengambil peran untuk memberi klimaks musik. Disanalah kita rasakan musik sangat berarti.

Mari Anda coba dan rasakan sendiri dengan menyanyikan penggalan lagu “Indonesia Pusaka

Disana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda, Tempat berlindung di hari tua, sampai akhir menutup mata.”

Pada puncak melodi, sebagai penyanyi pasti merasakan beratnya mengambil nada atas. Dan itu memang perlu motivasi tersendiri ketika menyanyi.

Semua melodi pada musik membentuk gerak melodi naik dan turun untuk menggambarkan emosi musik. Para musisi yang sudah terlatih, rasanya gerak jari-jari dengan disiplin mampu membaca sendiri posisi pada instrumen, dan tahu kapan harus meninggi dan menurun. Jelas ini tidak mudah, perlu tahunan untuk pembiasaan jari dan rasa.

Catatan :

Dalam jenjang berkarir musik, seseorang diawali sebagai PLAYER dengan mengenal instrument yang pas dengan cara belajar secara khusus atau autodidak.  Di tingkat berikutnya naik sedikit menjadi ARRANGER. Pengalaman yang banyak di sekitar kita biasanya dimulai bermain musik secara group, seperti Band. atau ansambel.  Menjadi arranger jelas harus mulai menggali berbagai info teknis musik atau belajar mandiri dari berbagai sumber. Tingkat di atasnya adalah sebagai MUSIC DIRECTOR, yang memberi arah pada bentuk sajian musik. Dan tingkat tertinggi adalah sebagai COMPOSSER , atau yang menciptakan musik dari ide dasar hingga arah ruh nya musik.

Untuk memulai bermelodi, paling tidak Anda mengenal sistem tangga nada. Secara umum yang kenal selama ini adalah sistem DoReMi, skala tangga nada yang berlaku di seluruh dunia (phytagorian scale).

Sistem Doremi dengan penggunaan simbol angka di sebut juga sistem Notasi Tidak Mutlak, karena letak nada 1 (do) dasar tangga nada dapat berpindah kemana saja. Misal : do = C , do = F . Sistem ini hanya cocok digunakan untuk nyanyian (lagu), tidak untuk instrument.

Sistem CDE dengan penggunaan simbol balok not disebut sistem Notasi Mutlak. Posisi C selalu tetap. Notasi balok masih menjadi andalan bagi penulisan musik standar, baik untuk Instrumen atau Nyanyian.

Jarak nada secara absolut dalam tangga nada Mayor adalah 1 – 1 – 1/2 – 1 – 1 – 1 – 1/2 untuk susunan c-d-e-f-g-a-b-c. (Tangga Nada ditulis dalam bagian lain)

Ya…mari kita coba melatih ukuran frekuensi nada melalui nyanyian atau instrument musik.

Untuk bahan ajar silakan download Teori Musik.

Latihan Instrumentasi CHOPIN_LARON

Media Social, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *