Kekuasaan “RITMIK” atas Musik Indonesia

percussion kids

Pernahkah kita menyadari, bahwa manusia Indonesia dikategorikan sangat ritmikal. Lebih ritmik dari bangsa-bangsa lain yang berada di belahan Utara atau Selatan bumi ini. Pagi hari ketika matahari terbit, kehidupan pun berjalan. Dan ketika terbenamnya matahari, kehidupan pun terhenti. Dan rutinitas berjalan begitu dan seterusnya…..

Pertanyaannya adalah Mengapa?

anak dan musikAnalisis saya mungkin dikarenakan Indonesia berada di garis khatulistiwa. Terbit dan terbenamnya matahari selalu konstan. Iklimpun juga demikian. Jadi dengan demikian seharusnya bangsa ini memiliki budaya yang sangat disiplin dan tertib. Ketika bersentuhan nilai-nilai kultur luar (Barat), itu menjadikan sulit untuk menyesuaikan diri. Kultur Barat yang pada umumnya dipengaruhi oleh budaya eropa lebih memberi pengaruh musik yang multi ritmikal. Oleh sebab itu kita sering menemukan istilah musik klasik seperti ritardando, ritenuto, a tempo, dll. Perubahan tempo sering terdapat pada musik klasik barat. Itu sebenarnya ya bisa juga disebut ritmik. Itu akan jauh berbeda dengan konsep musik Indonesia.

Mari kita perhatikan akar musik Indonesia yang berada di seluruh etnik yang ada. Semua musik tersebut memiliki pola ritnik yang sangat kuat. Instrumen Gong dan Kendang menjadi tulang musik-musik tersebut. Dari ujung Sumatra hingga Papua, ritmik dalam musik memegang peranan yang besar. Metrum yang dibangun umumnya berbirama 4 (empat).

// 1 – 2 – 3- 4 / 1 – 2 – 3- 4 / 1 – 2 – 3- 4 / 1 – 2 – 3- 4 //

Setiap kalimat musik terdiri atas 4 bar. Pada hitungan 1, diberikan tekanan lebih kuat (thesis) dengan menggunakan instrumen, misal : gong atau aksen kendang/percussi lebih bertekanan. Apalagi bila dihubungkan dengan tari, jelas bahwa tekanan-tekanan ritmik merupakan pendorong terbentuknya tari etnik Indonesia.

Jika kita ambil garis semua bangsa di dunia yang berada di bawah garis khatulistiwa, dan umumnya ritmik adalah kekuatan musik-musik tersebut. Sebut saja misal India dengan tabuhan ‘tabla’, Brazil dengan musik ‘Samba’ nya. Bandingkan dengan musik bangsa lain di belahan Utara. Umumnya lebih melodius.

Musik Klasik Barat yang dibangun dari melodi-melodi harmonis. Tidak begitu mudah bagi kebanyakan masyarakat Indonesia untuk menerimanya. Kita membutuhkan daya nalar untuk mengerti tentang musik klasik. Dan yang pasti kita membutuhkan waktu untuk lebuh serius mendengarkannya.

Lantas bagaimana dengan musik ’Rock’. Musik Rock, tampaknya ada bagian yang masih sangat dekat dengan akar musik Indonesia. ‘Up Beat’ rock yang sangat kuat, menjadikan musik ini memang lebih mudah diterima.

Mengapa musik ‘Dangdut’ sangat mudah diterima? Mengapa musik ‘Pantura’ –an mudah dicerna? Mengapa musik ‘Pop Melayu’ sangat diapresiasi kebanyakan orang Indonesia? Jawabannya adalah itu semua….

Semoga bisa menjadi pencerahan…

Media Social, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *