KHAYAL dan IMAJINASI

Dikisahkan Buto Ijo bertemu dengan robot masa depan? Sebuah konsep original dan menarik, bukan? Dan tentunya, menarik juga konsep itu untuk anak-anak. Dan siapa sangka, imajinasi liar itu, juga lahir dari rahim kreativitas anak-anak. Erriezha Arriefqi Hidayat (12), namanya, siswa SDN 2 Sido Kumpul, Gresik, Jawa Timur. Dia berhasil meraih penghargaan grand prize pada ajang World Creativity Festival (WCF) yang diselenggarakan pada 17-18 Oktober 2015 di Daejeon, Korea!

Cerita fiksi imajinasinya itu dipentaskan dalam sebuah pertunjukan wayang orang selama 8 menit, dan mengisahkan persahabatan antara Buto Ijo dengan sebuah robot masa depan yang datang dari tahun 3030.

Cerita bermula ketika Buto Ijo yang berjalan menyusuri hutan mencari Arjuna. Dalam pengembaraannya, Buto Ijo menemukan sebuah gua. Di sana ia justru bertemu dengan sebuah robot canggih dari masa depan, bukannya si Arjuna. Si robot tidak menyangka kalau itu Buto Ijo, karena Buto Ijonya badannya kecil, tidak raksasa. Singkat cerita, akhirnya Buto Ijo dan robot justru menjalin persahabatan.

Dalam cerita itu, Erriezha menyelipkan bagian di mana sang robot justru memperkenalkan banyak hal terkait teknologi kamera terbaru kepada Buto Ijo. “Bahkan robotnya mengajarkan buto ijo bagaimana caranya selfie pakai kamera. Nah itu dia unsur sainsnya saya masukkan,” kata Erriezha yang bercita-cita menjadi insinyur di pesawat Airbus ini.

Karya Erriezha yang berperan sebagai penulis cerita sekaligus dalang dari kisah Buto Ijo ini dianggap unik, karena berhasil meracik unsur sains dengan seni serta budaya, sehingga juri pun tak ragu-ragu mengganjar Wayang Orang Show karya siswa kelas 6 SD ini dengan penghargaan grand prize, sebagai penghargaan tertinggi dalam WCF 2015.

Begitu hebat imajinasi seorang bocah cilik sehingga mampu membangkitkan imajinasi orang lain ini. Dan tentunya semua manusia dilahirkan dengan fantasi dan imajinasi yang berbeda-beda. Bisa saja fantasi itu bangit karena menonton film, membaca cerita fiksi, mendengar musik, dll.

 

FANTASI.

Fantasi atau biasa yang orang sebut dengan khayalan adalah sebuah gejala atau sebuah kondisi yang biasanya terdapat di dalam jiwa manusia, dalam berfantasi juga dapat menimbulkan khayalan yang melihat suatu kemungkinan yang belum ada atau bisa juga sesuatu yang baru.

Setiap orang diyakini memiliki fantasinya masing-masing dan setiap fantasi tersebut pasti lah tidak akan sama karena setiap orang memiiliki daya khayal dan juga keinginan yang berbeda-beda.

Adapun beberapa hal yang dapat mempengaruhi fantasi seseorang diantaranya seperti :

  1. Terdapat suatu perasaan atau keinginan tentang masa depan
  2. Memiliki waktu yang luang sehingga digunakan untuk berhayal
  3. Muncul perasaan tidak percaya diri terhadap sesuatu yang diinginkannya
  4. Mengeksplorasi sifat kelemahan manusia

Fantasi sering dihubungkan dengan elemen-elemen tempat, seting, waktu, subyek, konflik, seperti layaknya dalam sebuah alur cerita film. Itulah yang sering dinamakan fiksi yang berisi khayalan semata, tetapi masih mampu diterima oleh alam berpikir orang lain.

Fantasi bisa terjadi secara sadar maupun tidak sadar. Dalam kesadaran penuh misalnya saja seorang pelukis yang sedang menggambarkan objek yang dilukisnya berdasarkan fantasi yang dia lakukan, mencari segala hubungan antar obyek (dibaca : imajinasi). Sedangkan fantasi tidak sadar adalah bisa dicontohkan saat seorang anak ketika sedang bercerita mengenai sesuatu hal yang sebenarnya merupakan fantasi yang dimilikinya. Dalam diri anak secara tidak sadar ia sedang berproses bereksperimen, meskipun ternyata hasilnya abstrak.

IMAJINASI

Seperti tertulis di atas, imajinasi adalah kerja otak secara sadar, daya pikir untuk membayangkan (angan-angan) atau mengilustrasikan kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang, mengembangkan suatu pemikiran yang lebih luas dari apa yang pernah dilihat, didengar, dan dirasakan. Ia dapat mengembangkan sesuatu dari Ciptaan Tuhan dalam pikirannya. Dengan tujuan untuk mengembangkan suatu hal yang lebih bernilai dalam bentuk benda, atau sekadar pikiran yang terlintas dalam benak.Dengan imajinasi, manusia mengembangkan sesuatu dari sederhana menjadi lebih bernilai. Alfan Arrasuli (2001)

Imajinasi adalah gambaran dan visualisasi dari dalam otak yang berupa gambaran, suara, dan rasa. (St. Gentlefolk (2013))

Pernahkah Anda mengkhayalkan sebuah peristiwa dalam pikiran abstrak Anda. Dan seperti pada umumnya, kita lantas melupakannya. Coba tangkap dan rekam semua peristiwa itu. Jika Anda mencoba menghubung-hubungkan dengan berbagai komponen terlibat, itulah imajinasi Anda.

Tidak pernah ada yang melarang untuk berkhayal dan berimajinasi. Dan jangan terlalu takut bahwa itu tidak nyata. Dan memang kenyataannya, bahwa khayalan merupakan salah satu sisi manusia untuk mengeksplorasi apa saja dan mengembara kemana saja. Dan kadang khayalan itu berhenti di satu titik yang kita sendiri tidak tahu maknanya.

SENI DAN IMAJINASI

Manusia dalam mengarungi perjalanan hidupnya senantiasa di penuhi rasa ingin tahu tentang realitas yang berhubungan dengan dirinya dan alam ,sebab itu apa saja yang di saksikannya selalu memotivasi dirinya untuk mengetahui lebih jauh dan lebih dalam. Pada tingkat ini kinerja akal manusia mulai mulai bergerak ke arah yang lebih jauh memahami hakikat realitas wujud, penyaksian dan pengamatan alam natural mulai bersifat imajinatif. Namun untuk sampai pada sebuah garakan imajinasi yang tepat dan benar mestilah di dukung oleh prinsip-prinsip akal.

Kesenian adalah benda yang merupakan perwujudan imajinasi abstrak dari para seniman. Dengan berbagai cara dan teknik serta medianya, diharapkan karya-karya seni dapat membangkitkan ruang imajinasi yang baru, mendorong para penikmat seni ikut merasakan dan mengkhayalkan kembali tentang segala pikiran dan rasa yang dihadirkan oleh para seniman.

Beberapa cara meningkatkan imajinasi Anda diantaranya ;

  1. Membaca buku (literasi) apa saja. Dengan membaca buku fiksi, Anda akan digiring ke dalam sebuah situasi yang tidak biasa, membangkitkan ruang pengembaraan ke semua arah, serta melengkapi berbagai informasi budaya.
  2. Mengapresiasi berbagai media-media seni seperti menonton film , menonton teater, mendengar musik, melihat pameran karya-karya seni rupa, dll untuk melengkapi semua informasi ruang abstrak Anda.
  3. Tidak kalah penting, seringlah berbicara atau mengobrol, mengkomunikasikan pikiran secara lisan, dll
  4. Mengeksplorasi banyak hal melalui berbagai media.
  5. Dll

 

Keindahan dalam khayalan dan imajinasi letaknya dalam diri Anda sendiri.

 

Tag : #fantasi #angan-angan #imajinasi #mimpi #rekayasa #dramatisir

Referensi :

  1. https://dosenpsikologi.com/macam-macam-fantasi-dalam-psikologi
  2. Wikipedia

 

Media Social, Share!

Leave a Reply

  

  

  

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.