Kreativitas Membangun Kemandirian

Many creative individuals are naturally unafraid of experimenting with new things; furthermore, creative people are often less susceptible to peer pressure, perhaps because they also tend to be self-reliant and unafraid to voice their true feelings even if those go against conventional wisdom.

Kreativitas dipandang segala sesuatu yang bernilai lebih karena terjadinya berbagai perubahan dalam kehidupan manusia. Kreativitas adalah sebuah wujud aktivitas yang bersifat produktif, menghasilkan karya yang memiliki nilai-nilai keunggulan.

Creativity is the ability to think up and design new inventions, produce works of art, solve problems in new ways, or develop an idea based on an original, novel, or unconventional approach.

mind of creativityKemampuan seseorang untuk menghasilkan sesuatu yang baru melalui keterampilan imajinatif, apakah berupa solusi baru untuk memecahkan masalah, metode baru atau perangkat, atau obyek artistik baru atau bentuk. Istilah ini umumnya mengacu pada kekayaan ide dan orisinalitas berpikir. Sebuah Studi psikologis terhadap orang yang sangat kreatif telah menunjukkan bahwa banyak memiliki potensi gangguan, kontradiksi, dan ketidakseimbangan, yang tampaknya dianggap sebagai tantangan. Individu tersebut memiliki sebuah kedalaman, luas, dan sangat fleksibel tentang kesadaran dirinya. Studi juga menunjukkan kecerdasan yang memiliki korelasi yang kecil dengan kreativitas. Cerdas belum tentu sama dengan kreatif.

Zero from Zealous Creative on Vimeo.

Definisi

Kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan dan desain penemuan baru, memproduksi karya seni, memecahkan masalah dengan cara baru, atau mengembangkan ide berdasarkan novel, asli, atau pendekatan yang tidak konvensional.

Kreativitas adalah kemampuan untuk melihat sesuatu dengan cara baru, untuk melihat dan memecahkan masalah yang orang lain mungkin tidak tahu, dan untuk terlibat dalam pengalaman mental dan fisik yang baru, unik, atau berbeda. Kreativitas merupakan aspek penting dari kehidupan seseorang, mulai dari dalam rahim dan seterusnya sampai dewasa.

Meskipun banyak orang menyamakan kreativitas dengan kecerdasan, dua istilah yang tidak sama, dan tidak perlu memiliki tingkat IQ jenius untuk menjadi kreatif. Sementara orang-orang kreatif memang cenderung memiliki atau atas rata-rata skor tes IQ, bahkan diatas 120, dan memang ada sedikit hubungan antara kecerdasan dan kreativitas. Para peneliti telah menemukan pentingnya lingkungan keluarga dalam mempengaruhi berkembangnya potensi kreativitas anak.

Tes kecerdasan standar menunjukkan kreativitas itu proses berpikir konvergen, yaitu kemampuan untuk menemukan jawaban yang benar. Namun, kreativitas juga melibatkan proses berpikir divergen, yaitu kemampuan menemukan jawaban-jawaban baru yang tidak biasa.

Orang disebut kreatif cenderung memiliki karakteristik tertentu, termasuk kecenderungan untuk menjadi lebih impulsif atau spontan daripada yang lain. Ketidaksesuaian (tidak sama dengan mayoritas) juga bisa menjadi tanda kreativitas. Banyak individu yang kreatif secara alami tidak takut bereksperimen dengan hal-hal baru.  Lebih jauh lagi, orang-orang kreatif sering tidak peduli terhadap tekanan apapun, bebas, mungkin karena mereka juga cenderung mandiri dan tidak takut untuk menyuarakan perasaan mereka yang sebenarnya, bahkan jika mereka bertentangan dengan nilai-nilai yang biasa dipahami umum.

Remaja sangat kritis terhadap produk yang mereka buat dan ide-ide yang mereka miliki. Mereka mencoba untuk mengekspresikan diri secara kreatif dengan cara yang lebih dewasa. Kreativitas mereka dipengaruhi oleh perbedaan masing-masing, fisik, mental, emosional, dan sosial.  Di SMA, kelas dengan penekanan kreativitas, seperti seni, musik, menulis, dan drama adalah masih sangat dibutuhkan. Di sekolah adalah kesempatan terakhir mereka untuk mengolah potensi kreatif.  Remaja menjadi memiliki kesadaran diri lebih baik.  Karena melalui aktivitas kreatif, membuat mereka harus dapat belajar menyesuaikan diri dengan rekan-rekan mereka. Kreativitas membuat mereka lebih fleksibel, yaitu kemampuan untuk mempertimbangkan berbagai alternatif pada saat yang sama.

Masalah Pendidikan Kreatif.

Menjadi sebuah masalah umum, bahwa pemberian imbalan atau insentif tampaknya mengganggu kreativitas dan mengurangi’s fleksibilitas anak-anak berpikir. Studi menunjukkan bahwa setiap kendala seperti instruksi terstruktur mengurangi fleksibilitas kreatif pada anak. Masalah lain muncul dari lingkungan, seperti banyak orangtua dan guru tidak mengerti bahwa anak-anak yang kreatif sering terlibat dalam bermain khayalan dan termotivasi oleh internal dirinya sendiri daripada faktor eksternal.

Untuk memecahkan masalah itu, lingkungan keluarga dengan karakteristik tertentu memiliki peran yang sangat besar  untuk membangun kreativitas anak. Salah satu karakteristik yang mendorong adalah sikap orangtua yang lebih santai, daripada yang selalu cemas atau bertindak otoriter. Secara umum, keluarga mendisiplinkan anak-anak menjadi kreatif tanpa pembatasan kaku, mengajar mereka menghormati nilai nilai di atas aturan. Demikian pula, mereka menekankan prestasi daripada nilai.

Sumber referensi :

  1. Ken R. Wells. “Good Times Being Creative.” National Network for Child Care, February 2004.
  2. Fowler, Lynda K. “Encouraging Creativity in Children.”  Ohio State University Extension, 2004.

Media Social, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *