Menulis Lagu

Materi Belajar (SMAN2Bdg).

Salah satu Software Penulisan Musik (free)

Sadar atau tidak sadar, bahwa ketika orang menyanyikan lagu, lirik-lirik terekam dengan sangat baik dalam memori otak seseorang. Dan daya lekatnya akan bertahan begitu lama ketika lagu-lagu tertanam di memori tertentu dalam fase kehidupan seseorang. Bagi orang Indonesia, siapapun tak kan pernah lupa lagu-lagu masa kecilnya (lagu Indria), seperti : Balonku, Pelangi, Naik Delman, dll. Dengan jamannya masing-masing, ingatan lirik lagu di masa remaja masih menempel kuat jika ada stimulus yang mendorong munculnya lagu itu kembali. Bandingkan dengan bahan pelajaran yang diajarkan di sekolah, untuk menghafal isi bab sulitnya bukan main.

Apa yang menyebabkan lagu-lagu begitu dekat dalam pikiran seseorang?

Lagu sederhananya adalah syair-syair yang bermusik.  Lalu bagaimana hubungan lirik/syair dan lagu itu. Jelas syair sangat menentukan bentuk dan karakter  lagu tercipta. Lirik lagu anak untuk lagu-lagu riang yang menggambarkan keceriaan anak-anak. Lagu pop (dibaca: populer) menggambarkan suasana hati sesuai jamannya (umumnya romantisme). Lagu propaganda sesuai dengan pesan yang diharapkan akan diikuti oleh masyarakat pendengarnya. Dan lain-lain…

Ada 2 cara mencipta lagu , yaitu Lirik terlebih dahulu melodi dibentuk, dan sebaliknya melodi terbentuk dahulu lirik kemudian.

Analisa Lagu Klasik Anak Indonesia

Lagu anak harus dapat menciptakan keriangan sekaligus memberikan nilai-nilai edukasi yang membangun perkembangan anak. Mari kita ambil contoh (Bintang Kecil):

  1. Bintang Kecil | di langit yang biru
  2. Amat banyak | menghias angkasa
  3. Aku ingin | terbang dan menari
  4. Jauh tinggi | ke tempat Kau berada

Dibaca atau dinyanyikan terdapat 2 frase yang membentuknya. Frase 1 = 4 suku kata, frase 2 = 6 suku kata. Seluruh baris kalimat akan berpola sama dalam lirik. Biasanya untuk ending, baris kalimat terakhir bisa berbeda.

Bandingkan dengan lagu anak lainnya (Menanam Jagung):

  1. Ayo kawan | kita ke ladang
  2. Menanam Jagung | di kebun kita.
  3. Ambil cangkul mu | ambil cangkul mu
  4. Kita menanam | tak jemu-jemu

Dua lagu tersebut jelas sangat berbeda dalam membangun pola kalimatnya. Lagu 1 memiliki pola membaca yang sama setiap barisnya. Sedang pada lagu 2, pola kalimat 1 dan lainnya berbeda-beda.  Pola lagu anak dengan pola ritmik yang sama untuk semua barisnya seperti lagu 1 akan lebih mudah diingat.

Secara struktur, kalimat 1 dan 2 selalu berpasangan membuat kalimat tanya dan jawab. Begitu selanjutnya untuk kalimat 3 dan 4.

Mari kita coba susun kalimat lagu anak untuk 1 bait dengan 4 baris kalimat.

Konsep : Bersepeda

  1. Di sore hari | kuingin bermain. (F1=5 , F2=6)
  2. ………………………………………    (F1=5 , F2=6)
  3. ………………………………………   (F1=5 , F2=6)
  4. ………………………………………   (F1=5 , F2=6)

Hasilnya seperti :

  1. Di sore hari | kuingin bermain. (i)
  2. Bersama teman | berkeliling kota. (a)
  3. Keliling kota | dengan senang hati. (i)
  4. Laju melaju | kukayuh sepeda. (a)

Pada lagu yang bersifat industri, tampaknya ada bentuk yang sudah terpola, seperti Lagu terdiri dari 3 bait. Bait ke 3 merupakan bait yang sering disebut reffrain, dimana klimaks lagu berada (secara melodik). Sehingga hampir secara umum, judul lagu berada di baris 1 bait 3. Dan kalimat judul sering mendapat pengulangan. Di bawah ini contoh bait 3 :

  1. bersepeda | keliling kota
  2. bersepeda | kayuh sepeda
  3. bersepeda | kusuka-suka
  4. bersepeda | hingga kulelah

Tetapi bahwa bait 3 tidak mutlak harus ada. Jika perlu hanya 2 bait saja dengan bentuk yang berulang. Tetapi judul lagu harus ada pada baris 4 di bait 2. Contoh : keliling kota | asyik bersepeda.

Jika bait-bait lagu sudah terbentuk, baca seluruh baris dengan ritmik dengan pola yang sama untuk setiap barisnya. Secara sederhana, sebenarnya Anda sudah membuat lagu. Coba kembangkan menjadi nyanyian.

museScoreJika Anda ingin tuliskan notasi karya Anda , coba gunakan software ringan untuk penulisan musik, yaitu MuseScore , perangkat lunak untuk komposisi dan penulisan musik. Dijamin sangat mudah pengoperasiannya. (Download Gratis). Anda bisa mendengarkan karya musik Anda dengan menuliskan not-notnya. Lalu print atau Anda save dalam format pdf untuk mempublikasikannya.

 

Contoh hasil :

Bersepeda.mscz-1

Bagaimana dengan menulis lagu pop atau yang lebih kental dengan lagu industri. Tak ada bedanya, hanya tema yang sedikit berbeda yang tentunya mengarah kepada penyusunan lirik lebih kuat. Lalu secara harmoni, penggunaan chord-chord progressive sangat dimungkinkan. Karena harmoni orang yang lebih dewasa harus lebih lebar. Lantas dalam ritmik melodi lebih banyak menggunakan sinkopisasi.

Selamat berkreasi…

Links Terkait:

 

Media Social, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *