Mind Set Sebuah Kesenian

Karya seni lahir dari sebuah pemikiran positif, bersandar pada kekuatan rasa dan merasakan. Dengan berbagai medianya, karya seni mampu menjangkau perasaan orang-orang para penikmat seni.  Desingan bunyi-bunyi, gerak laku manusia, dan berbagai kata-kata yang tak ada bisa untuk dijelaskan. Mengapa begitu, mengapa begini, itu simpan saja. Karena seni hanya mampu dibaca oleh perasaan orang-orang sesuai dengan pengalaman bersentuhannya orang-orang dengan keindahan.

Mendiskusikan tentang keindahan adalah mustahil mencari titik temu. Karena keindahan itu hanya bisa terukur dari seberapa jauh orang memandang karya seni sebagai buah dari intelektualitas diri. Kata ‘intelektualitas’ merupakan sebuah kata yang jarang ditempelkan pada karya seni dan senimannya. Karya seni lebih banyak diperdepatkan sebagai barang, dan secara tak langsung tercebur dalam dunia industri.

World_press_2014_Staff-Riding

Begitu istimewanya karya seni terlahir, membuat banyak orang terkagum-kagum, dan kekaguman itu tersimpan dalam benak yang terdalam. Sangat sulit membincangkan seni  jika karya seni hanya dilihat dari persoalan bentuk-bentuk.  Padahal di balik bentuk-bentuk itulah terletak ruh yang paling abadi dan yang paling jujur. Terkadang kita tak habis pikir, mengapa lukisan sebuah paku saja bisa berharga tinggi, mengapa sebuah lagu “Ayah” karya Bing Slamet begitu menempel pada hati banyak orang, mengapa kita dibuat bingung film berjudul “Pasir Berbisik” karya Christine Hakim dapat memukau dewan juri dalam berbagai ajang film internasional, mengapa hanya sebuah foto-foto yang mengabadikan manusia menjadi begitu penting. Dan mengapa..mengapa.. mengapa.  Begitu sulit kita mencari jawabnya. Jawabnya adalah dalam pikiran kita yang terdalam.

Sepanjang pengalaman berkarya, penulis menemukan sebuah kata “NGGA PENTING“. Ternyata kata inilah yang membuat para pekerja seni berkarya. Segala hal yang tidak pernah dipikirkan orang lainlah yang menjadi segala pusat inspirasi berkarya.  Sesuatu yang ngga penting bisa menjadi sesuatu yang penting jika seorang pengkarya mampu mengeksplorasi sumber inspirasi itu. Semakin matang mengeksplorasi segala yang berhubungan dengan sesuatu yang tidak penting tadi, karya semakin bisa memberikan arti. Jadi.. berangkat dari sana, mulailah untuk tidak bertanya mengapa begini mengapa begitu. Seni terlahir bukan untuk diperdebatkan, tetapi untuk dirasakan, menggetarkan ruh kita atau tidak.

Sekian.

Media Social, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *