Nusantara

Mengambil nama yang menempel pada kejayaan Majapahit di Indonesia, Nusantara yang berarti Nusa dan Antara, atau pulau-pulau yang dihubungkan lautan, itulah Indonesia. Di atas slogan megah “Bhineka Tunggal Ika“, berbeda-beda tetapi tetap satu, itulah harmoni yang terindah di atas bumi Indonesia. Ribuan pulau menyimpan kebudayaan yang indah yang lahir dari sebuah perkembangan peradaban manusia di dalamnya.┬áTerujung Barat kota Sabang di propinsi Aceh hingga Merauke di Timur propinsi Papua, itulah keragaman bangsa yang memiliki berbagai kekayaan budaya. Dalam gambaran ini digambarkan melalui lagu “DARI SABANG SAMPAI MERAUKE“, karya R. Suhardjo, dinyanyikan oleh segenap pelajar Indonesia.

Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia
Indonesia Tanah Airku, Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku, Tanah Airku Indonesia

Begitu sayang jika dilupakan , bahwa seluruh daerah dimana tanah Indonesia ada lahir dari budaya yang berbeda, bahasa berbeda, pola hidup berbeda, ragam kesenian sebagai implementasi ekspresi masyarakat, religi dan kepercayaan juga berbeda. Perbedaan inilah yang membuat Indonesia Kaya dengan peninggalan nilai-nilai luhur dari para pendahulu bangsa ini. Dan sangatlah disayangkan bila generasi berikut melupakan nilai-nilai luhur tersebut.

Beberapa yang bisa diamati dan digeneralisasi secara umum dari kehidupan budaya tradisi diantaranya melalui :

  1. Bersifat kelokalan atau daerah, sesuatu yang memiliki ciri dan corak yang khusus. Seperti halnya Tari Saman identik pada rakyat Aceh, Kecak identik dengan Bali, Wayang identik dengan masyarakat Jawa, dan seterusnya.
  2.  Dihubungkan dengan Adat Istiadat . Seperti halnya bagaimana tentang nilai-nilai kepercayaan (religi) , hubungan dengan nilai spiritual dan ritual di satu tempat, serta bagaimana hukum yang berlaku di masyarakat tertentu, hingga terkadang mistik, mitos, dan seterusnya.
  3. Terlahir dengan sangat sederhana, terkesan natural. Seperti instrumen musik tradisi lebih menyuarakan bunyi-bunyi alam, terbuat dari bahan yang bersumber dari alam. Seperti ; Sasando terbuat dari daun Lontar, Tifa terbuat dari batang pohon dan kulit lembu, Batik menggunakan bahan-bahan pewarna alami, dan seterusnya.
  4. Karya-karya seni bukan hanya sekedar lahir sebagai seni pertunjukan, tetapi lebih kepada implementasi bentuk ungkapan ekspresi masyarakat. Seni bersifat kolektif, milik bersama. Bagi di beberapa daerah tertentu dengan keterlibatan istana atau pemerintah, seni-seni menjadi tetap tumbuh dan berkembang dengan baik. Bahkan istilah seniman sebagai pencipta karya sudah mulai dikenal. Selebihnya, seni-seni hampir tak dapat dipastikan siapa yang mengawali kesenian itu ada,

Melalui halaman ini Anda akan diajak berapresiasi dengan beberapa tulisan yang sejujurnya bukan sebagai penemuan dan observasi sendiri, tetapi merupakan hasil adaptasi dari berbagai literasi.

Semoga berkenan.

Salam Bhineka Tunggal Ika.

Media Social, Share!