Tari Saman – Aceh 3

saman4Saman,Tari saman, Saman Dance, Gayonese Tradisional Dance, termasuk dalam kategori seni tari yang sangat menarik. Keunikan tari saman ini terletak pada kekompakan gerakannya yang sangat menakjubkan. Para penari saman dapat bergerak serentak mengikuti irama-irama yang harmonis. Gerakan-gerakan teratur itu seolah digerakkan satu tubuh, terus menari dengan kompak, mengikuti dendang irama yang dinamis.

AsalUsulTariSaman

Tari Saman punya banyak nama. Bukan hanya Tari Seribu Tangan, tapi juga Saman Gayo di Aceh Tenggara dan Tengah, Saman Lokop di Aceh Timur, dan Saman Aceh Barat di Aceh Barat. Tarian tradisional Melayu ini asal mulanya dari daerah Aceh Tenggara tepatnya di dataran tinggi Gayo. Nama “Saman” diambil dari nama pencipta dan pengembang tari Saman yaitu Syeikh Saman. Ia adalah salah seorang ulama yang menyebarkan agama Islam di Aceh. Itu sebabnya syair atau lagu yang digunakan dalam tari saman adalahbahasa Arab dan Aceh. Biasanya syair yang dipakai dalam tari saman berisi pesan-pesan dakwah, sindiran, pantun nasehat, dan pantun percintaan.

Tarian saman diduga berasal dari tarian Melayu kuno karena tari saman menggunakan dua gerakan yang umum digunakan dalam tarian Melayu kuno : tepuk tangan dan tepuk dada. Menurut cerita, Syeikh Saman menyebarkan agama Islam sambil mempelajari tarian Melayu kuno. Supaya dakwahnya lebih mudah, Syeikh Saman menggunakan syair-syair dakwah dengan gerakan-gerakan tari. Sampai sekarang, tari saman yang sifatnya religius ini masih dipakai sebagai alat penyampaian pesan dakwah. 

Keberadaan saman pada masyarakat Gayo merupakan sebuah tradisi yang turun temurun dan menjadi bagian dalam kehidupan mereka. Saman ada dan hidup pada masyarakatGayoDeret (GayoBlang) dimanapun mereka berada. Selain dilaksanakan di kampung halamannya, Saman juga dilakukan didaerah-daerah perantauan mereka, misalnya di Banda Aceh, Medan, dan juga di Jakarta. Di kampung halamannya, Saman dimainkan mulai dari tingkat jorong (dusun) hingga tingkat kabupaten. Saman bejamu dilakukan dengan mengundang saman dari daerah lain untuk bersama-sama bermain saman.

Saman adalah bagian dari budaya masyarakat Gayo yang berfungsi sebagai media komunikasi, ajang silaturahmi, dan sebagai hiburan. Umumnya Saman dilakukan di bale saman atau di lapangan kampung yang ditampilkan pada hari-hari besar seperti upacara perkawinan,  hari raya dan lain sebagainya.

Saman dilakukan oleh kaum laki-laki yang umumnya usia muda. Mereka berlatih saman sejak usia dini di mersah. Anak-anak yang sedang mengaji di mersah umumnya akan ber-saman sebagai salah satu media bermain mereka.

Jenis-jenis Saman diantaranya adalah :

  1. Saman Jejunten, yaitu saman yang dilakukan malam hari dengan duduk di atas pohon kelapa yang ditebang.
  2. Saman Njik, yaitu saman yang dilakukan pada waktu istirahat pada kegiatan menggirik padi.
  3. Saman Ngerje (Umah Sara), saman yang dilakukan oleh pemuda pada acara pesta perkawinan.
  4. Bejamu Besaman, yaitu saman yang dilakukan dengan mengundang grup saman dari kampung lain. Bejamu Besaman dilakukan dengan duacara, yang pertama Saman Sara Ingi (Saman satu malam) yaitu saman yang dilakukan semalam suntuk.  Saman ini dilakukan pada hari besan keagamaan (AidulFitri, AidulAdha, dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kedua, Saman Roa Lo Roa Ingi (Saman dua hari dua malam), saman ini dilakukan secara terus menerus .
  5. Saman Bale Asam adalah saman yang dilaksanakan pada siang hari dalam rangka peringatan hari besar. Saman ini dilaksanakan secara bersama-sama di sebuah lapangan dan setiap grup bebas memilih lawannya. Biasanya panitia acara akan mengaundang grup saman dari berbagai kampung untuk bertemu dan bertanding.

Tarian Saman ini terdiri dari Keketer, Rengum, Salam, Gerakan Tari, Ulu Ni Lagu, Anak ni Lagu, Saur, Syair, Guncang dan Penutup. Di dalam syair Saman banyak terdapat sisipan bahasa Arab dan bahasa Gayo. Pada galibnya sebelum tarian Saman dimulai, sebagai mukaddimah terlebih dulu seorang tua mewakili masyarakat setempat di mana tarian Saman diadakan, memberi sepatah kata (keketar) yang ditujukan kepada pemain dan penonton. Keketar adalah pidato yang diucapkan oleh seorang tokoh masyarakat atau pemuka adat yang memberikan nasehat kepada pemain Saman dan penonton.

Dalam tarian Saman terdapat Rengum yaitu mukaddimah yang berupa tiruan bunyi yang diucapkan bersama-sama. Kemudian dilanjutkan dengan Salam yang diucapkan oleh salah seorang pemain (penangkat/ Syech). Setelahitu disebut Ulu Ni Lagu atau permulaan tari. Tahap selanjutnya adalah lagu dan gerakan-gerakan tari. Selanjutnya disebut Anak Ni Lagu adalah gerak tangan yang ringkas dan pendek yang berisi syair yang terdiri dari Saur dan Redet. Begitu lagu dinyanyikan pemain membuat Saur lalu disaurkan bersama-sama. Beberapa kali saur diselingi syech menyanyi melengking, dua atau tiga kali lalu naik atau berdiri di atas lutut dan dari syech itulah diberi isyarat lalu disambung dengan Guncang. Guncang ini dilakukan dengan berdiri di atas lutut. Apabila duduk bersimpuh dengan adegan yang sangat cepat sekali dinamakan gerutup. Gerutup dilakukan pada posisi duduk. Dalam satu lagu, hal demikian terus dilakukan berkali-kali yang kemudian berubah berpindah dengan irama atau lagu lain. Dalam penutupan tarian biasanya dilakukan surang-saring atau dengan melakukan tepuk tangan dengan nyanyian bersama disertai saur hingga pertunjukan berakhir.

Komposisi pemain saman, yaitu ;

    • Penangkat : orang yang mengatur gerakan dan ritme saman, posisi berada di tengah-tengah pemain.
    • Pengapit : tugasnya mengingatkan penangkat apabila lupa gerakan berikutnya, umumnya 2 orang yang posisinya di kanan dan kiri penangkat.
    • Penyepit : membantu pengapit untuk mengingatkan jika ada kesalahan gerak, umumnya dipilih orang yang bersuara merdu.
    • Penupang : menjaga keseimbangan kawan atau menopang temannya agar keseimbangan terjaga.

PaduanSuara

Tari Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan keberbagai arah. Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syech. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna.

Nyanyian

Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :

  1. Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
  2. Dering, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.
  3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
  4. Syekh, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak
  5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.
Media Social, Share!

3 thoughts on “Tari Saman – Aceh

  1. Reply Jidat (Tari Saman) Apr 11,2014 6:38 am

    selamat siang admin yang saya banggakan.. cukup membantu dengan adanya laman tari saman ini..
    untuk melestarikan kekayaan budaya indonesia, saya sering lihat refrensi video di http://youtube.com/ragambudaya disana juga terdapat sekitar 1000 video tentang budaya indonesia yang mungkin bisa dijadikan refrensi sharing.
    ini juga ada playlis kumpulan video tari saman. semoga membantu https://www.youtube.com/watch?v=QLlyo3SnJxE&list=PL193WTerlAQTWuQrOHJThAeYIDSkdVF2u&index=2
    mari bagi ke public, budaya kita! indonesia kaya raya….

  2. Reply Ika Feb 24,2018 8:48 am

    Tari saman termasuk teater apa?

    • Reply pandoe Aug 20,2018 11:22 am

      Tari Saman namanya juga tari. Media utama dalam seni pertunjukan ini adalah gerak tubuh. Kalau bicara Teater lebih bersandar pada cerita.

Leave a Reply

  

  

  

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.