Seni dan Kecerdasan

roll

Seni dalam perbincangan umum adalah sebuah hasil pemikiran manusia yang memiliki nilai-nilai keindahan (estetika). Karya-karya seni di muka bumi ini dipenuhi berbagai hasil karya-karya seniman. Intinya adalah melalui media-media yang digunakan, ekspresi seniman mengalir di para penikmatnya. Tentunya tidak mudah untuk mewujudkan semuanya. Seniman dianugerahi Tuhan sebuah kelebihan untuk menterjemahkan ekspresi dirinya. Dan karya-karya seni itu menggugah emosi para penikmatnya. Di para penikmat karya, ekpresi diterjemahkan dalam wujud berubahnya perasaan saat bersentuhan dengan karya. Artinya disini sasaran dari seni adalah emosi manusia. Sisi positifnya bagi orang-orang yang terbiasa dengan seni adalah terbentuknya kematangan emosi yang lebih baik. Dalam psikologi modern dikenal dengan EQ (Kecerdasan Emosi).

Saya mencoba menghubungkan seberapa besar peranan seni dalam mengembangkan kecerdasan seseorang.

kecerdasanMengapa orang yang lebih sosial berhasil sedangkan yang IQ-nya sedang banyak yang gagal? Pertama-tama kita perlu pahami dulu bahwa kecerdasan emosi (EQ) bukanlah lawan dari kosien kecerdasan (IQ). EQ justeru melengkapi IQ seperti halnya kecerdasan akademik dan ketrampilan kognitif. Penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya kondisi emosi mempengaruhi fungsi otak dan kecepatan kerjanya (Cryer : Kemper). Penelitian bahkan juga menunjukkan bahwa kemampuan intelektual Albert Einstein yang luar biasa itu mungkin berhubungan dengan bagian otak yang mendukung fungsi psikologis, yang disebut amygdala. Meskipun demikian, EQ dan IQ berbeda dalam hal mempelajari dan mengembangkannya. IQ merupakan potensi genetik yang terbentuk saat lahir dan menjadi mantap pada usia tertentu saat pra-pubertas, dan sesudah itu tidak dapat lagi dikembangkan atau ditingkatkan. Sebaliknya, EQ bisa dipelajari, dikembangkan dan ditingkatkan pada segala umur.

Penelitian justru menunjukkan bahwa kemampuan mempelajari EQ akan meningkat dengan bertambahnya usia. Perbedaan lain, IQ merupakan kemampuan ambang yang hanya bisa menunjukkan jalan bagi karir kita atau membuat kita bekerja di bidang tertentu; sedangkan EQ terus berjalan dan mendorong kita di bidang itu. Oleh karena itu, keseimbangan antara IQ dan EQ merupakan unsur penting dalam keberhasilan manajerial. Sampai tingkat tertentu, IQ mendorong kinerja produktif. Tetapi kompetensi berbasis-IQ merupakan “kemampuan ambang”, artinya kemampuan yang diperlukan untuk pekerjaan rata-rata. Sebaliknya, kompetensi dan Ketrampilan berbasis-EQ jauh lebih efektif, terutama pada system yang lebih tinggi. Dalam studi perbandingan antara orang yang kinerjanya cemerlang dan yang biasa-biasa saja pada organisasi tingkat tinggi, perbedaannya 85% disebabkan oleh kompetensi berbasis-EQ, bukan IQ. Dr Goleman mengatakan bahwa walaupun organisasinya berbeda, kebutuhannya berbeda, ternyata EQ menyumbangkan 80-90% .

Dalam penelitiannya, IQ dan EQ para partisipan diuji dan dianalisis secara mendalam. Kemudian mereka diorganisasi ke dalam beberapa kelompok kerja, dan masing-masing kelompok diberi pelatihan mengenai satu bentuk kompetensi EQ, seperti manajemen-diri dan ketrampilan social, sebagai kontrol adalah satu kelompok yang terdiri atas orang-orang ber-IQ tinggi. Ketika dilakukan evaluasi nilai-tambah ekonomi yang diberikan kompetensi EQ dan IQ, hasilnya sangat mencengangkan. Kelompok dengan ketrampilan sosial tinggi menghasilkan skor peningkatan laba 110%, sementara yang dibekali  manajemen-diri mencatat peningkatan laba 390%, peningkatan $ 1.465.000 per tahun. Sebaliknya, kelompok dengan kemampuan kognitif dan analitik tinggi, yang mencerminkan IQ, hanya menambah laba 50%; artinya, IQ memang meningkatkan kinerja, tapi secara terbatas karena hanya merupakan kemampuan ambang. Kompetensi berbasis EQ jelas jauh lebih mendorong kinerja.

Sebuah pernyataan yang senada saya kutip dari buku “ESQ” karya Ary Ginanjar, menyebutkan bahwa perbandingan IQ : EQ itu adalah 20: 80. Artinya semakin besar EQ yang kita kembangkan, maka semakin besar pula IQ yang bisa diraih. Bila keduanya telah menemukan sebuah keseimbangan permanen, lahirlah kekuatan super, yakni kekuatan jiwa, atau disebut sebagai Kecerdasan Spiritual (SQ).

Tuhan menjadikan manusia mempunyai sifat batin yang berbeda-beda antara satu sama lain. Ada tiga jenis sifat atau kekuatan batin yang menonjol yang merupakan sifat manusia yang berbeda-beda itu. Diantaranya ialah:

  1. Kekuatan akal
  2. Kekuatanperasaan
  3. Kekuatanjiwa

Dalam istilah modernnya, dinamakan IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient). Bukan apriori, tetapi memang benar bahwa sistem pendidikan sekarang amat lemah ketika mementingkan kekuatan akal atau IQ semata-mata. Tidak ada tempat dan ruang untuk pelajar yang kuat jiwa dan kuat perasaan atau dalam istilah lain yang kuat SQ (Kecerdasan Spiritual) dan EQ nya. Oleh karena itu mereka ini terpinggirkan dalam suatu sistem yang hanya mementingkan IQ semata-mata. Tidak heran kalau mereka ini rusak dan hanyut karena tidak dapat menyesuaikan diri dengan sistem yang ada. Mereka diasah dan diuji untuk menghasilkan kerja akal padahal kekuatan mereka bukan terletak disitu. Dalam hal-hal yang mereka minati dan mampu berdasarkan kekuatan perasaan dan jiwa mereka tidak pernah dibina. Kesannya ialah tekanan perasaan, kekecewaan, putus asa dan kekeliruan. Maka berlakulah tindak balas dendam sebagai manifestasi kepada kekecewaan, tekanan perasaan, putus asa dan kekeliruan ini. Yang kuat jiwa mengganas, memberontak dan melanggar disiplin dan peraturan. Yang kuat perasaan pula mendongkol, murung, merasa inferiority complex, putus asa dan sakit jiwa.

Kembali menyimpul judul tulisan ini, bahwa untuk mendorong terbentuknya kecerdasan emosi yang kuat, melalui berkesenian lah medianya, pembiasaan bersentuhan dengan segala hal yang artistic, mengembangkan kreativitas, menghargai maha karya yang agung, meninggikan spirit membangun kebahagiaan, itu semua sangat baik dilakukan sejak muda.

Media Social, Share!

3 thoughts on “Seni dan Kecerdasan

  1. Hola! I’ve been reading your web site for a long time now and flnialy got the courage to go ahead and give you a shout out from New Caney Texas! Just wanted to say keep up the good job!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *