VIDEO BELAJAR

Sebuah pengalaman yang panjang sebagai guru kesenian (budaya), berawal dari membelajarkan tentang seni musik lambat laun terus mencari sebuah model pengembangan belajar yang lebih nyaman dengan tidak mengabaikan sesensi dari tujuan pembelajaran itu sendiri. Dan kini dengan keterbukaannya kurikulum 2013 yang lebih menekankan tentang pentingnya keterlibatan emosi dan fisik, model pembelajaran menjadi sebuah pembelajaran seni yang kreatif. Dihubungkan dengan berbagai kemajuan di bidang teknologi dan komunikasi, pembelajaran bisa saja menjadi sebuah model yang adaptif, disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Di bawah ini adalah contoh saja dari sebuah pengalaman mengajar di SMAN 2 Bandung.

Apresiasi Seni Tradisional“, adalah metode eksplorasi yang dilakukan para siswa untuk mencari sumber pengetahuan secara mandiri tentang berbagai hal nilai-nilai tradisional nusantara. Kelompok siswa mencoba mengamati, mempelajari informasi terhadap nilai-nilai, mengadapsi bentuk untuk dipresentasikan kembali. Indikator : Informasi content dan Kreativitas.

Film Dokumentasi“, adalah metode pengembangan pengetahuan melalui pendekatan langsung ke obyek sasaran. Siswa dengan sedikit pengetahuan mencoba mendokumentasikan berbagai hal yang ada di lingkungan mereka. Seperti contoh video adalah video karya siswa mendokumentasikan tentang sesuatu hal yang istimewa di kota Bandung, mengambil judul Alun-Alun Bandung. Tentang cara, teknis, itu untuk ukuran masa sekarang, siswa banyak mencari secara mandiri. Tapi tidak begitu saja, guru harus menyampaikan tentang gagasan, tujuan, pemaknaan yang harus disampaikan melalui video. Dan yang patut diacungi jempol adalah siswanya yang terus mencari, membandingkan dengan karya2 profesional. Dan hasilnya adalah siswa mulai belajar bagaimana menggunakan camera yang baik dan tepat, mengatur suara yang masuk, termasuk bagaimana mengedit dari hasil rekaman gambarnya, misalnya menggunakan aplikasi terapan video : i-Movie, Vegas, Adobe Premier, dll.

Konsep yang lebih kreatif.

Resital Perkusi“, adalah sebuah tradisi yang sudah menahun di SMAN 2 Bandung. Para siswa mengembangkan pembelajaran ritmik sebagai bagian dari penyajian musik. Berhadapan dengan publik sangat tidak mudah bagi siswa klasikal. Apalagi dikaitkan dengan keterbatasan waktu dalam pembelajaran musik. Dan yang terpenting bahwa siswa berani menyampaikan gagasan kreatif dan memperoleh sebuah pengalaman kreatif sebagai penyaji. Video : Resital Perkusi 8, lokasi : Car Free Day Bandung, jalan Merdeka.

Film Fiksi“, adalah bagian sebuah project siswa membuat film panjang, berdurasi 60 menit. Ini adalah sebuah proses panjang, menggagas ide cerita, menulis skenario, berlatih menggunakan peralatan pembuatan film profesional, membuat music scoring film, mengedit keseluruhan hasil, dll. Project siswa yang sangat melelahkan tentunya. Tetapi sungguh luar biasa, film-film yang dikerjakan kurang lebih 6 bulan itu berhasil ditayangkan di Blitz Megaplex – PVJ Bandung di tahun 2014.

Links : Film Trailer dari 12 karya siswa PSPXIX

Info kegiatan : www.psp.rumahseni2.net

Pekan Seni Pelajar“, adalah sebuah project akhir siswa di kelas XI, berkarya seni panggungan yang selalu mampu keberadaannya sejak tahun 1996. Ini juga merupakan sebuah kerja produksi yang cukup panjang, sekitar 6 bulan lamanya. Siswa kelas dinamakan Tim Produksi, diharapkan mampu menyajikan semua media seni, seperti : musik, acting, tari, seni dekorasi, tata cahaya, videography, dll. Info Lengkap

Contoh video sisipan (bumper) yang disajikan disela pertunjukan panggung PSP.

 

Dan masih begitu banyak model yang terus berkembang di SMAN 2 Bandung.

 

Media Social, Share!